Teruntuk Kamu

Teruntuk kamu yang aku tahu sedang tidak baik-baik saja..
Aku tak tahu kamu kenapa. Tapi kurasa kamu takut, atau mungkin khawatir. Yang entah karena apa. Kamu terlihat kalut. Aku tak tahu. Mungkin tentang kamu dan kisah barumu?
Kamu menyendiri. Menghindar dari obrolan-obrolan yang biasanya menyenangkan, untukmu juga untukku. Atau obrolan-obrolan pembawa riang disela ucapan tentang kemelut pikiran. Obrolan-obrolan tentang garis mati yang harus segera terselesaikan.
Layar handphonemu seolah tak membiarkanmu berbaur. Kamu berkutat dengan kesendirian. Jari-jari usilmu sibuk menuliskan kata-kata pada layar virtual yang sejak tadi mengganggu obrolan kami. Juga matamu yang seolah tak bisa lepas dari putaran jarum jam yang melingkar di tanganmu.

Teruntuk kamu yang aku tahu sedang tidak baik-baik saja..
Pertanyaanmu justru memberiku jawaban. Sedikit penjelasan dari banyaknya pertanyaan yang hanya bisa kuletakkan dalam pikiranku. yang hampir selalu tentangmu. Kamu memang sedang takut, atau mungkin khawatir. Kekhawatiran yang hanya kamu yang tahu.
Rasa khawatirmu nyatanya semakin jelas memberiku jawaban. Tentu saja tentangmu. Dan tentang kisahmu yang baru. Yang sebenarnya aku tak tahu.

Teruntuk kamu yang aku tahu sedang tidak baik-baik saja..
Tentang kamu dan kisah barumu, dan ketidaktahuanku juga ketidakterlibatanku. Kurasa cukup untukmu, dan mungkin juga untukku.
Dan lagi, tentang kamu, dan juga kisahmu yang baru. Kurasa kamu yang tahu. Dan kamu bisa tahu apa yang harus kamu tahu. Dan kamu memang tahu. Juga kamu yang tahu apa yang harus kamu lakukan. Aku tak akan berharap apa-apa. Aku tak akan mendoakan apa-apa.
Tentang kamu untukku.. aku juga tak akan berharap apa-apa.


Teruntuk kamu yang aku tahu sedang tidak baik-baik saja..

1 komentar: