False Adorable

Even hear about love at fisrt sight? Ya, itu yang aku rasakan sekarang. Kami bertemu di Java Jazz Festival minggu lalu. Kalian ingin tahu seperti apa dia?

                She is adorable girl. Dia berhasil memikatku pada pertemuan pertama kami. Entah apa yang membuatnya begitu, tapi dia benar-benar mengagumkan. Aku bahkan masih ingat aroma parfumnya saat itu. baju yang dikenakannya, tatanan rambutnya dan tentu saja senyum lucunya. Ah... gadis itu..

                Aku dan dia sama-sama suka musik jazz, dan kau tahu apa yang membuatku lebih terpikat? Permainan gitarnya! Ingat teori, cewek yang bisa main musik itu lebih seksi!

Aku bertemu dengannya lagi, dan begitu melihatnya, aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Hahaha kurasa aku gila. Karenanya. Aku akan jatuh cinta lagi ketika melihatnya –lagi—. Dia terlalu mempesona.

Kami jadi dekat akhir-akhir ini, kami sering pergi bersama. Nonton, hunting CD, atau hanya sekedar makan. Justru ini yang penting, ingat pepatah Jawa: ‘Witing tresno jalaran seko kuliner’. Cinta datang karena sering makan bareng.


Mungkin terlalu cepat aku memutuskan kalau aku jatuh cinta padanya, tapi semua kegilaanku tentangnya, apa itu salah kalau aku menyebutnya cinta? Yahh.. cinta memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Hal yang manis untuk dibicarakan. Sangat manis.

Aku berniat mengatakan perasaanku padanya. Bukankah itu yang memang harus aku lakukan ketika sedang jatuh cinta? Membayangkan kami bisa pergi bersama lagi dan untuk waktu yang lama. Hh.. there will be more sins tonight.Hehe.

Aku menemuinya, we have a candle ligh dinner. Dia terlihat seperti biasa. Manis. Candaan yang kulontarkan sukses membuat dia tertawa sepanjang malam. Dan tiba saatnya aku bicara. Ya, aku mengatakannya.


Kau tahu apa jawabannya setelah aku bilang aku jatuh cinta padanya? Dia bilang.. aku mengingatkannya pada kakaknya yang sudah meninggal! Suaraku, senyumku, makanan favoritku, selera jazz-ku, bau parfumku, semuanya! Aku terlihat seperti kakak baginya. That’s shit! Aku terjebak brotherzone. Hahaha miris ya?

Yaa.. begitulah cinta. Sangat manis, bikin kadar gula naik, bikin sakitdan akhirnya hati sakit juga!

Pesona Telaga Menjer dalam Balutan Cahaya Lampion




Ada yang berbeda dalam perayaan hari ulang tahun Kota Wonosobo ke-192 tahun ini. Kemeriahan tidak hanya dirayakan di pusat kota, tetapi juga di salah satu icon wisata yang ada di Kabupaten Wonosobo. Adalah Telaga Menjer, objek wisata air yang terletak sekitar 12 kilometer dari pusat kota Wonosobo. Dengan ketinggian 1300 mdpl dan terletak tepat di bawah Gunung Pakuwaja membuat telaga ini memiliki pesona tersendiri, dan tentu saja menarik minat orang untuk datang berkunjung.

Acara bertajuk Festival Menjer ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu sejak tanggal 28-30 Juli 2017 dan dilaksanakan di Telaga Menjer, Desa Maron, Kecamatan Garung, Wonosobo. Festival ini menghadirkan berbagai acara seperti festival getek, kirab budaya, carica day, serta ritual cukur rambut gembel yang merupakan salah satu icon Kabupaten Wonosobo serta menampilkan beragam macam kesenian tradisional. Tak lupa berbagai komunitas musik di Wonosobo yang membuat acara semakin meriah.

Tak hanya itu, malam di Menjer yang biasanya sepi mendadak ramai dan meriah dengan cahaya lampu sorot dan cahaya lampion. Malam minggu akhir bulan Juli ini semakin mengagumkan dengan ratusan lampion air yang tersebar di luasnya Telaga Menjer. Diiringi lantunan musik jazz membuat suasana semakin romantis dan tentu saja mempesona. Nama “Pesona Telaga Menjer” memang membuktikan pesonanya.



Hawa dingin dan berkabut bahkan gerimis yang sempat turut tak menyurutkan antusias pengunjung untuk menikmati suasana yang tercipta malam itu.

DECIDE TO DECADE


Sebuah tulisan tentang bagaimana seseorang memutuskan, menjalani hingga apa yang ia dapat saat ini. dia (...)

Keputusan untuk ‘balas dendam’ pada orang-orang di masa lalu, terdengar seperti bukan hal yang bagus. Balas dendam mengesankan hal negatif, tapi bukankah tak selalu begitu? Setiap hal punya alasan, yang kadang harus dibenarkan.

Keputusan ‘balas dendam’ nyatanya bukan hal buruk, kurasa. Menurutnya, keputusan yang dia ambil justru memberi banyak pelajaran, banyak mengunjungi tempat-tempat baru, banyak bertemu orang-orang baru, dan merubah pola pikirnya tentang banyak hal. Pembuktian diri membawanya pada pengalaman dan pelajaran baru yang mendewasakan.

“Keputusan yang kamu ambil, adalah apa yang harus kamu jalani dan apa yang akan kamu dapatkan nantinya.

Semua orang punya andil dalam perjalanan ini. Kadang ia hanya berlalu. Atau menyapa tanpa singgah. Atau singgah sebentar, menghabiskan secangkir kopi sembari mengobrol. Atau ada juga yang akhirnya bersama, walau tidak bersama pada akhirnya.

Datang, berlalu. Datang, menyapa. Datang, berbincang. Datang, bersama. Kemudian pergi. Atau tetap bersama”

Seperti menapaki anak tangga, harus hati-hati dan kadang harus melihat ke bawah untuk melihat berapa banyak anak tangga yang telah kita pijak. Dan memastikan bahwa kita sedang memijak anak tangga yang tepat. Lalu sejenak menahan langkah, memikirkan kembali bagaimana kita akan melanjutkan perjalanan. Kemudian melihat ke atas, anak tangga mana lagi yang harus kita capai. Lantas berlanjut.

Satu dekade bukanlah waktu yang sekejap, tetapi bukan juga waktu yang se-zaman. Tetapi kita semua tahu dan mengakui bahwa waktu itu berharga. Waktu memberi kesempatan, waktu memberi pelajaran, waktu membiarkan berlalu, waktu membiarkan bertemu, dan waktu mendewasakan sebelum akhirnya berakhir.

Tentang sepuluh tahun menjadi inspirasi, sepuluh tahun menjadi pencerita, sepuluh tahun berkarya, dan sepuluh tahun berbagi bahkan sepuluh tahun berbeda. Semoga selalu penuh makna. Untuk sepuluh tahun yang telah lalu, sepuluh tahun selanjutnya dan sepuluh tahun-sepuluh tahun yang akan datang.

#1dekadepwg

Floating Area, Daya Tarik Baru Wisata Menjer



Telaga Menjer merupakan sebuah objek wisata air yang terletak di Desa Maron, Kecamatan Garung, sekitar 12 kilometer dari pusat kota Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Terletak di ketinggian 1300 mdpl dan luas 70 ha, telaga ini merupakan danau terluas yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Tiket masuk ke objek wisata ini dibilang cukup murah, yaitu Rp.3000 untuk dewasa dan Rp.2000 untuk anak-anak. Di objek wisata Telaga Menjer pengunjung dapat menikmati hamparan air telaga dan merasakan segarnya udara khas pegunungan, atau hanya sekedar duduk santai di taman yang disediakan. Yang paling ikonik dan terkenal dari Wisata Telaga Menjer adalah kita bisa berkeliling menyusuri Telaga Menjer menggunakan prahu rakit yang disewakan oleh warga sekitar. Dengan cukup membayar Rp.15.000 perorang, pengunjung akan diajak berkeliling menikmati luasnya telaga serta melihat bentangan Gunung Pakuwaja selama kurang lebih 30 menit.




Namun sekarang, pengunjung tidak hanya bisa berkeliling dengan prahu. Pengelola Wisata Telaga Menjer yang tergabung dalam kelompok Gilisagondang dan diketuai oleh Pak Mugiono yang telah mengurusi Menjer secara turun temurun membuat wahana baru yang menjadi daya tarik bagi pengunjung yang berlibur ke Menjer.

Adalah Floating area atau area apung, terletak beberapa meter dari dermaga utama telaga. Akses menuju floating area harus menggunakan perahu yang juga telah di sediakan oleh Pak Mugiono dan kawan-kawan, dengan cukup membayar Rp.10.000. di area apung tersebut pengunjung akan diantar ke area tersebut juga akan dijemput menggunakan perahu lagi ketika  hendak kembali, cukup dengan memanggil Pak Mugiono yang selalu berjaga di dermaga.



Di area apung tersebut terdapat sebuah warung yang menyediakan makanan dan minuman untuk para pengunjung. Ada juga selfie area dibagian belakang dengan dekorasi yang ciamik dan beberapa gazebo, ada patung ikan dan patung gorila yang biasa digunakan sebagai background untuk berfoto. Selain itu, pengunjung juga bisa memberi makan ikan yang ada di area tersebut yang merupakan ikan dari Dinas Perikanan Wonosobo.



“Saya tahu ini dari temen, sama lihat di Instagram. Bagus, sekarang ada area selfie-nya. Jadi kalau misal nggak mau keliling bisa nunggu aja sambil foto-foto disana.” Ujar salah satu pengunjung.

Dengan adanya area apung ini, diharapkan dapat meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Telaga Menjer dan turut meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Menjer yang bekerja di wisata tersebut selain dari menyewakan prahu rakit.

Internet Untuk Anak: Baik Buruknya dan Peran Orang Tua


Di era sekarang ini, Internet tidak bisa dipisahkan dari kegiatan kita sehari-hari. Kehadiran internet membuat berbagai pekerjaan kita menjadi lebih mudah. Internet menyediakan akses informasi dan sebagai sarana pertukaran pesan yang mudah dan efektif. Mulai dari berbelanja, memesan hotel, membeli tiket pesawat hingga belajar dapat di akses dari rumah dengan hanya bermodal internet. Tidak hanya orang dewasa yang menggunakannya, bahkan saat ini anak-anakpun seolah tak bisa dipisahkan dari teknologi baru bernama internet ini.

Anak-anak yang menggunakan internet banyak menggunakan teknologi ini untuk bermain game, mencari informasi dan juga untuk belajar. Penggunaan internet oleh anak-anak banyak merubah apa yang anak-anak terdahulu lakukan dalam menghabiskan waktu luangnya dan dalam interaksinya dengan teman sebaya. Misalnya jika dulu anak-anak menghabiskan waktu luangnya untuk bermain di luar rumah, bermain permainan tradisional atau sebagainya maka sekarang sejak kehadiran new media berupa internet dan gadget ini, kebiasaan-kebiasaan tersebut mulai menghilang. Anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game di komputer di rumahnya daripada menghabiskan waktu di luar rumah bersama teman-teman sebaya.

Hadirnya internet dalam kehidupan anak-anak dapat memberikan dampak baik maupun buruk. Hal ini telah dikaji oleh para ahli sejak kemunculan internet itu sendiri. Anak-anak yang menggunakan internet hanya untuk hiburan seperti bermain game akan membuat anak tersebut menjadi 'addict' terhadap game dan internet. Hal ini tentu saja tidak baik untuk anak tersebut. Penggunaan internet oleh anak-anak harus dibawah pengawasan orang tua, karena pada dasarnya anak-anak belum paham mengenai apa yang baik dan yang buruk. Anak-anak sangat mudah terpengaruh oleh apa yang mereka lihat. Misalnya ketika anak-anak melihat adegan kekerasan dalam game, terdapat kemungkinan anak-anak akan menirukan apa yang mereka lihat tersebut. Hal ini tentu tidak baik karena anak-anak bisa saja mempraktikan apa yang mereka lihat kepada teman sebayanya. Seperti pernah terjadi kasus di Indonesia, dimana seorang anak menirukan adegan kekerasan (berkelahi) yang dia lihat dari game yang ia praktikan kepada teman sebayanya.

Terlalu lama berada di depan komputer juga tidak baik untuk perkembangan otak dan tubuh anak. Anak-anak yang lebih sering terpapar sinar komputer dikatakan lebih memiliki potensi lebih tinggi untuk terkena gangguan mata atau karena posisi duduk di depan komputer yang lama membuat mereka mengalami gangguan tulang. Terlalu lama duduk di depan komputer, membuat anak-anak menjadi generasi yang malas yang enggan berkegiatan yang lebih mengolah fisik mereka.

Kecanduan terhadap game dan komputer juga bisa membuat anak-anak menjadi 'antisosial', mereka merasa lebih senang berada di depan komputer daripada bermain di lapangan atau taman. Bahkan lebih buruknya mereka menghindari bahkan tidak mau melakukan interaksi secara langsung.

Namun, internet dapat memberikan dampak baik untuk anak-anak ketika penggunaannya tepat. Internet memberikan akses yang sangat mudah terhadap informasi dan edukasi. Seperti yang dikatakan Seymor Papert (1993), bahwa computer membawa bentuk baru dalam pembelajaran, yang melewati keterbatasan dari metode linear yang dulu seperti print dan televisi. Anak-anak terlihat menjadi lebih responsif pada pendekatan baru ini. Komputer menunjukkan kreativitas dan hasrat untuk berlajar mereka, yang dulu dihalangi dan dibatasi oleh metode yang jadul/lama. Ahli lain berpendapat bahwa computer memberi wewenang pada anak-anak untuk berkomunikasi dengan yang lain, untuk mengekspresikan diri mereka dan berpartisipasi pada kehidupan sosial yang sebelumnya tidak mungkin. Don Tapscoyt (1997) juga berpendapat bahwa internet menciptakan generasi elektronik yang lebih demokratis, lebih imajinatif, lebih memiliki tanggung jawab sosial dan lebih tau daripada generasi yang dulu. Komputer dan internet direpresentasikan sebagai jendela untuk dunia yang baru, cara untuk mengembangkan intuisi anak-anak tentang rasa ingin tau dan rasa haus akan pengetahuan (Nixon, 1998).

Karena internet memberikan dampak yang cukup serius terhadap perkembangan anak-anak, maka peran oramg tua menjadi salah satu faktor penentu yang sangat penting dalam penggunaan internet pada anak-anak. Orang tua harus mengawasi anak-anaknya ketika sedang bermain di internet. Orang tua juga harus mengarahkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh diakses di internet. Jika anak-anak dan orang tua sama-sama tahu menggunakan internet dengan baik, bukan tidak mungkin itu akan memberikan dampak positif kepada keduanya. Misalnya orang tua dapat mengajarkan kepada anaknya untuk membuat berbagai kerajianan tangan dengan melihat turorial atau caranya di internet.

Contohnya di YouTube atau Instagram banyak akun-akun yang berupa tutorial membuat sesuatu dari barang bekas atau barang-barang yang ada di rumah yang dapat mengasah kreatifitas anak-anak. Hal ini tentu dapat meningkatkan kemampuan anak-anak dan mungkin dapat mengajarkan anak-anak bahwa 'sampah' juga bisa digunakan kembali dengan kita mengolahnya menjadi benda lain. Misalnya membuat tempat pensil dari botol bekas, membuat gantungan kunci dari kain perca, membuat hiasan dinding dari kertas karton, membuat pigura foto dari stik es krim dan sebagainya.

Misalnya akun @diy.id di instagram, yang kontennya barang-barang handmade, dan terdapat pula cara bagaimana membuatnya. Akun ini juga menerima masukan atau feeds dari orang lain yang ingin berbagi tutorial sehingga terdapat berbagai macam cara membuat kerajianan yang dapat dipelajari.

Kesimpulannya, kemudahan akaes terhadap internet harus kita sikapi dengan bijak terutama pada penggunaan oleh anak-anak. Orang tua tidak boleh 'lepas tangan' ketika anak-anak sedang bermain internet, tetapi orang tua harus mendampingi dan memberitahu tentang hal-hal yang boleh diakses di internet agar anak-anak dan orang tua dapat memperoleh manfaat dari adanya teknologi internet. Bukan justru menjadi korban dari teknologi tersebut.



Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006. Handbook of New Media: Social Shaping and Social Consquences of ITCs, Sage Publication Ltd. London. Chapter 3: "Children and New Media"

Jelang Fisip Cup 2017, UKM Voli Fisip Gelar Latihan

Latihan Jelang Fisip CUP 2017

FISIP Unsoed – Kamis sore (9/03), UKM Voli Fisip Unsoed kembali menggelar latihan di lapangan politik. Latian ini sebagai persiapan menjelang Turnamen Voli Fisip Cup 2017 yang akan dilaksanakan tanggal 11-12 Maret 2017.

Turnamen Bola Voli, Fisip Cup ini merupakan salah satu program kerja dari UKM Bola Voli Fisip Unsoed yang merupakan agenda setiap tahun. “Peserta atau sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa setiap angkatan dan jurusan, serta dosen dan karyawan,” ujar Angger, salah satu pengurus UKM Voli Fisip Unsoed.

Pendaftaran tim voli yang akan mengikuti turnamen dibuka  sejak tanggal 1-7 Maret 2017. Tim yang mendaftar harus membayarkan biaya pendaftaran sebesar Rp.30.000,- dan menghubungi panitia Fisip Cup atau melalui kontak yang tertera di pamflet yang disebarkan secara online. Untuk penjelasan lengkap akan dilakukan technical meeting yang akan diadakan hari Kamis, 9 Maret 2017.

Cyberpolitic: Peran Internet bagi Dunia Politik


Kehadiran internet dalam masyarakat kita banyak merubah berbagai aspek kehidupan yang ada di masyarakat. Internet tidak lagi hanya sebagai pelengkap atau sekedar membantu dalam kehidupan sehari-hari, tetapi internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang seolah harus hadir dalam berbagai kegiatan.  Terbukti dari semakin meningkatnya pengguna internet di dunia setiap tahunnya.


Adanya internet juga telah memunculkan istilah-istilah baru seperti cyberspace (ruang komunikasi di internet), cybercrime (kejahatan yang dilakukan dengan internet), cyberbullying (intimidasi dunia maya), dan juga cyberpolitic atau politik di dunia maya.

Apa itu cyber politic?
Cyberpolitic yaitu kegiatan politik seperti komunikasi politik yang memanfaatkan media internet sebagai sarananya. Biasanya para pelaku politik menggunkan internet terutama media sosial sebagai alat kampanye dan memperkenalkan dirinya, atau menyebarluaskan kebijakan-kebijakan politik, dan kegiatan komunikasi politik lainnya.

Kajian mengenai penggunaan internet dalam dunia plitik sebenarnya telah dimulai sejak kemunculan internet sendiri dan mulai menjadi isu hangat sejak tahun 1900-2000 dan terus bertambah ppuler dari waktu ke waktu. Para ahli memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang masuknya internet dalam dunia politik.

AOL membuat survey mengenai keterlibatan politik, 84 persen terdaftar sebagai pemilih dan 45 persennya mendapatkan informasi mengenai calon kandidat secara online. Untuk kalangan muda, studi AOL yang dilakukan pada 505 remaja dengan akses internet di rumah, 41 persen dilaporkan memiliki minat uang lebih beaar pada kejadian yang diterimanya secara online. Dan mereka merasa bahwa secara online memiliki dampak positif daripada dengan menonton televisi (57 dibanding 39 persen).

Rheingold (1993) percaya bahwa orang-orang akan menjadi lebih terlibat dalam proses demokrasi, seperti melalui debat online, dan Rash (1997) menyatakan bahwa internet akan membyja kesempatan untuk partai-partai baru dan mengembangkan ideologinya. Saphiro and Leone (1999) menghubungkan internet dengan "the control revolution" dimana kontrol berganti dari institusi besar menjadi individual. Ini seharusnya menjadi 6 keistimewaan dari internet yang dapat meningkatkan kontrol individual, yaitu (1) many-to-many interactivity (2) digital content, membuat komunikasi bersifat fleksibel dalam artian bagaimana itu disimpan, digunakan, dan dimanipulasi (3) desain dari internet sebagai jaringan berbasis paket (4) kemampuan dapat dioperasikan siapa saja, sehingga informasi dapat mengalir bebas melalui jaringan tanpa kemacetan dan rintangan (5) kapasitas broadband dan (6) akses yang universal.

Internet telah menjadi alat yang powerful bagi partai politik, organisasi nonpemerintah, dan kampanye yang berkaitan dengan dewan perwakilan dan kelompok aktivis lokal (Browning and Weitzner, 1996; Corrado, 2000; Davis, 1999; Rash, 1997). Hal itu memungkinkan aktor politik memonitor atau mengawasi catatan pemilihan, menilai kontribusi kampanye dan keuangan, memimpin fokus grup online, meningkatkan akses pemilih, menyimpan berita terbaru dan terlama, mendapatkan donasi kampanye lebih cepat dan lebih efisien (seperti melalui online payment dan kredit), dan sebagainya.

Studi UCLA (2000) membandingkan pengguna internet dengan yang bukan pengguna internet, dan pengguna internet sedikit lebih perhatian dan terlibat dalam kelompok atau organisasi, lebih memungkinkan bersosialisasi dengan anggota rumah atau untuk tau nama tetangga, dan memiliki tingkat yang sama dalam bersosialisasi dengan teman, waktu tidur dan jumlah teman diluar rumah.

Menurut Katz and Rice (2002) pengguna internet lebih banyak berorganisasi pada komunitas dan organisasi yang bersifat untuk bersenang-senang, tetapi tidak dengan organisasi keagamaan.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa internet justru menyebabkan hal yang kurang baik terhadap partisipasi masyarakat dalam berpolitik. Hill and Hughes (1998) menyatakan bahwa pengguna internet dan aktivis yang menggunakan internet untuk alasan politik kebanyakan adalah orang yang muda. Walaupun pengguna internet dan aktivis lebih berpendidikan daripada publik secara umum (yang tidak menggunakan internet), mereka lebih banyak mengumpulkan dan lebih tahu tentang isu politik terkini. Namun, karena terlalu banyak informasi mengenai politik di internet, justru akan semakin sulit untuk mencari tahu kebenaran yang ada di dalam informasi internet tersebut dan akan menyebabkan pengambilan keputusan yang salah. (Van Dijk, 1999).

Starobin (1996) mengatakan bahwa internet dapat melemahkan legitimasi pemerintahan. Dengan banyaknya informasi dan ketidakvalidan informasi yang ada di internet juga dapat meningkatkan permasalahan, pengalihkan perhatian tentang korupsi atau penurunan nilai tentang pemilu, dan konsekuensinya adalah mengurangi jumlah partisipasi politik.

Beberapa teoritis berpendapat bahwa internet menghancurkan kelompok komunitas asosiasi sukarela yang diperlukan untuk suksesnya proses demokrasi (Putnam, 2000; Turkle, 1996). Kritik lain tentang internet ditakutkan dapat mengurangi dan menghilangkan kekuatan masyarakat akan proses politik tradisional (Carpini, 1996; Rash, 1997).

Van Dijk menekankan mungkin beberapa akan berpendapat vahwa kebebasan, seperti kebebasan berpendapat akan menungkat karena kemampuan interaktivitas yang disediakan oleh teknologi ini, tetapi pemikiran yang lebih pesimis memprediksi bahwa kebebasan akan membahayakan dengan menurunkan privasi unruk individi seperti citizen yang terdaftar, konsumen yang disaring untuk setiap karakteristik personal dan tumbuhkan kesempatan untuk kontrol pusat (1999). Internet juga akan menghilangkan lapisan yang menyaring tentang informasi politij yang biasanya dilakukan oleg gatekeeper pada media mainstream seperti televisi, koran atau radio.

Kebebasan berbicara dapat ditingkatkan maupun dihalangi oleh internet. Secara teoritis, semua orang dapat membuat blog dan memposting apapun disana. Saphiro dan Leone (1999) mengatakan kebebasan berbicara mungkin merugikan karena perkembangan internet. Yang pertama karena orang (pelaku politik) mengalami kesulitan untuk menemukan audiens yang benar-benar ingin mendengarkan/menyimak mengenai isu politik yang diberikan. Dan yang kedua, tidak semua orang memiliki sumber untuk menbayar iklan dengan kata lain beberapa kebebasan berbicara dibatasi karena tidak memiliki akses.

Contoh nyata di Indonesia saat ini, banyak politisi yang menggunakan internet dan media sosial dalam berkampanye dan menyosialisasikan program kerjanya kepada masyarakat. Dikutip dari kriminalitas.com dengan pemberitaan dengan judul Warga Jakarta Banyak Gunakan Internet, Kampanye Lewat Media Sosial Patut Digencarkan, seorang narasumber mengatakan "sebagian besar warga Jakarta adalah pengguna internet yang juga aktif di media sosial. Karena itu, timbul korelasi antara dukungan yang digaungkan netizen di media sosial dengan hasil di dunia nyata."

Karena itu, bukan hal yang mengherankan jika saat ini di media sosial seperti Facebook, Twitter atau Instagram banyak berisi konten-konten politik. Hal tersebut sebagai salah satu cara komunikasi politik yang dilakukan oleh para pelaku politik. Tapi yang perlu diwaspadai adalah kebebasan menulis informasi di internet justru dapat merugikan bagi para pelaku politik dengan adanya berita-berita hoax yang juatru menjelek-jelekan para aktor politik.
Memang, internet membantu orang untuk lebih mengerti dan lebih tau tentang politik. Munculnya pandang optimis dan pandangan kritis yang mempertanyakan 'benarkan internet akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perpolitikan' dapat digunakan sebagai referensi kita, sebagai pengguna internet agar tetap dapat bersikap kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi bernama internet ini agar dapat memperoleh keuntungan dari hadirnya internet, bukannya justru mempersulit dan merugikan.


Daftar pustaka

Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006. Handbook of New Media: Social Shaping and Social Consquences of ITCs, Sage Publication Ltd. London. Chapter 4: "Persperktif on Internet Use: Access, Involvement and Interaction"

Warga Jakarta Banyak Gunakan Internet, Kampanye Lewat Media Sosial Patut Digencarkan http://kriminalitas.com/warga-jakarta-banyak-gunakan-internet-kampanye-lewat-medsos-patut-digencarkan/   diakses pada 24 Maret 2017 pukul 08.00 WIB