Caused by Distance


Waktu, jarak dan tentu saja status  kini terasa semakin mempertegas bahwa keadaan tak lagi sama. Apa yang terjadi malam itu, semua ucapanmu, atau tentang genggaman tanganmu dan sindiranku "I can't let you go if you keep holding my hand".

"Kita bisa kok LDR."
"Aku yakin kamu bakal temuin yang lebih baik kok."

Klasik yaa.. Perpisahan memang selalu meninggalkan luka bagaimanapun caranya. Entah kita menerimanya atau tidak. Aku sarankan sih terima saja. Karena kalau tak menerima, memangnya kita bisa melakukan apa. Tidak ada.

Tak lama kamu pergi, ke Australia katanya. Bagaimanapun aku mencoba mempertahankan hubungan, kamu bilang ini tak akan berhasil. Kata kamu, "Aku nggak bisa LDR. Kita nggak akan tahan lama." yang aku jawab dengan senyum dan "Kita bakal tetep bareng kalo sama-sama cari jalan." Tapi kamu tetap pada keyakinanmu. Kamu tetap bilang, "Kita tak akan bertahan lama."

Aku sangat menghargai keputusan yang kamu ambil. Kamu tidak bisa tidak menuruti keinginan orang tuamu. Dan tentu aku tak bisa memaksakan kehendakku sama kamu. Akhirnya kita sampai disini. Selesai.

Tapi kita berhak bahagia, kita berhak menyembuhkan luka dengan cara masing-masing. Aku berhak melakukan apa yang ku anggap baik untukku. Dan begitu juga dengan kamu. Kamu berhak bahagia dengan caramu. Kamu berhak melakukan apa yang kamu rasa baik untuk dirimu.

Dengan harapan baru, aku akan memulainya lagi. Sendiri tentunya. Maksudku tidak lagi bersamamu. Dan kalau saja nanti kamu berakhir dengan orang lain, dan aku juga demikian, aku rasa tidak masalah. Toh selama kita berpacaran, you were never really with me anyway. Ups, aku rasa aku juga demikian.

Sangat menyenangkan memang ketika aku melakukan segalanya bersamamu. Kebiasaan kita. Dan semuanya. Tapi ternyata masih banyak hal yang harus kita lakukan tanpa melibatkan satu sama lain. Iya kan?

Yang menyenangkan memang menyenangkan. Tapi yang berakhir ya sudah. I don't care anymore. I know what's fun is fun and you know what's done is done.
The story end in this way. Just forget it. Just pretend it.


P.s: related on Pee Wee Gaskins - The Art of High School Break Up

1 komentar: