Sebuah Status Baru Bernama Mahasiswa

Masa sekolah memang masa yang indah buat dirasakan dan seru untuk diceritakan. Ngomong-ngomong soal sekolah, faktanya kita emang lama banget berada di tempat itu. Misal, hitunglah dari SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun juga. 12 tahun, perjalanan panjang, kan?

Sebuah perjalanan panjang, perjuangan dan pengalaman yang tak terlupakan. Bertemu dengan orang-orang baru yang mungkin nggak pernah kamu duga. Dan ditemukan dengan berbagai masalah yang kamu harus tahu jalan keluarnya. Sekolah, sebuah tempat dimana kita tumbuh dan berproses.

Apa yang kamu cari di sekolah? Apa yang kamu dapat di sana? Hmm jawab sendiri deh. Tiap orang kan punya tujuan berbeda kenapa mereka sekolah. Mungkin fix cari ilmu, cari gebetan, cari pengalaman atau karena kewajiban. Ya.. Cuma kamu dan Tuhan yang tau *pray


Buat saya sendiri, School time was over now! Tapi bukan berarti itu benar-benar selesai. Buat kamu yang sekarang kuliah pasti ngerti gimana perjuangan selanjutnya buat nyari universitas dan akhirnya jadi mahasiswa. Yap! I am a collegian now. Yaaaaay!!

Perjuangan menjadi mahasiswa, dimanaapun (keluali yang masuk lewat jalur undangan) harus belajar lagi buat masuk kuliah. Dan buat saya yang merupakan lulusan akuntansi dari SMK, pelajaran IPS SMA itu beda jauh sama apa yang saya dapat di SMK. Tapi nggak apa-apa, nambah ilmu.

Sebelum mulai kuliah dan belajar bareng teman-teman baru, ada satu fase dari dunia perkuliahan yang harus kamu ikut. Iya, ospek. Kalau jaman sekolahnya MOS. Ada 3 tahap ospek yang harus diikuti semua mahasiswa baru kemaren. Yang pertama itu ospek universitas, jadi semua mahasiswa dikelompokkan, diacak. Bukan dari satu fakultas yang sama. Enaknya sih kita jadi kenal sama mahasiswa fakultas lain sekalian bisa PDKT, kali aja ada yang nyangkut.

Yang kedua, itu PKKM. Kegiatan PKKM ini udah masuk kegiatan di fakultas masing-masing, intinya lebih menekankan pada pengembangan karakter yang harus dimiliki sama masing-masing mahasiswa, contohnya lebih kritis dan lebih aware, nggak Cuma ikut-ikutan kayak jaman sekolah.

Yang terakhir, ini yang paling berat, yang dinamakan ospek fakultas. Bangun pagi, pulang sore. Disuruh bawa barang ini itu, kadang dibentk dan bener-bener baru kerasa capeknya. Begitu lah. Namanya juga maba, mahasiswa baper *eh.

Sebagai anak perantauan yang gatau apa-apa di kota orang, hari-hari waktu ospek adalah hari terberat buat saya. Di kost sendirian karena belum ada temen, nahan laper karena ngga tahu harus makan apa dan dimana. Dan homesick  bener-bener kerasa banget. Mulai berimajinasi kalau disini ada orangtua yang ngurusin keperluan buat kuliah besok. Tapi waktu membuat kita belajar mandiri *azeg


Mulai kuliah, artinya saya ketemu sama teman-teman satu jurusan. Rasa sepi udah nggak begitu kerasa karena paling nggak udah ada teman ngobrol dan teman hangout, hehe. Satu persatu kebiasaan di sekolah udah mulai harus ditinggalkan. Misalnya berhenti memanggil pengajar dengan sebutan guru, mengganti sebutan jadwal mata pelajaran dengan sebutan mata kuliah, dan kita ke kampus nggak pake seragam jadi harus pinter-pinter mix and match fashion sampai tugas dan mulai menumpuk, meunggu buat dikerjakan.

Yaa pada intinya, buat kamu yang sekarang juga berstatus mahasiswa, kuliah itu dunia baru kamu sekarang. Jadi bagaimana kehidupan kamu di kampus, itu kamu yang ngatur. Dan dari saya sendiri, kuliah itu.. ikutin prosesnya, ikutin alurnya, tambah relasi, banyakin organinasi, jaga kesehatan, jangan sampe lupa makan karena nggak ada yang ngingetin dengan alasan lu jomblo dan usahain lulus dengan nilai cumlaude. Aamiin..



Laili Rizqiani (biasa dipanggil Lelek)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsoed angkatan 2015
Salam..

Posting Komentar