Welcome to my room. Namaku Alyssa. Mahasiswi semester 6 di
salah satu universitas yang cukup ternama di kotaku. Dari kecil, aku sangat
tertarik dengan cerita putri dan peri.
Lihatlah! Banyak sekali poster princess di kamarku. Aku juga
mengkoleksi buku dongeng. Hampir semua buku yang kupunya di almari adalah
dongeng.
Beberapa temanku bilang itu percuma dan tidak asuk akal.
Bagaimana mungkin seorang gadis berumur 20 tahun masih suka membaca dongeng?
But, I really do it.
Hari ini aku hendak menonton film terbaru Disney bersama
Mario. Dia pacarku. Tapi sayangnya dia kurang suka film romance atau
sejenisnya. Dia lebih suka film action. Tapi kali ini dia sudah berjanji
padaku.
Kami masuk bioskop dan duduk di deret bangku tengah. Aku
bisa lihat Mario sedikit kesal saat film diputar. Beberapa kali aku memintanya
memperhatikan, tapi dia kekeuh. “Mario, lihatlah! Itu sangat romantis.” Mario
hanya melihat sekilas dan kembali sibuk dengan handphone-nya. Dia sedang
membaca Komik.
Saat pulang, kami mampir untuk makan. “Alyssa, kenapa kau sangat
suka film-film seperti itu? Aku pikir itu tidak mungkin ada di dunia nyata.”
“Entahlah. Aku pikir film-film seperti itu menambah
imaginasiku. Kau ingat? Aku sangat ingin menjadi penulis, ‘kan?”
Ulangtahunku satu minggu lagi. aku sudah bicara dengan kedua
orangtuaku. Aku ingin pesta ulangtahunku nanti dengan konsep negeri dongeng,
dan ibuku setuju. Aku jadi membayangkan, orang-orang akan berdandan layaknya
putri dan pengeran dan dilengkapi topeng warna-warni. Hh.. sangat indah
membayangkannya. Aku jadi teringat ulangtahunku ke-10 dulu.
Aku membicarakan ini pada Natasha dan beberapa temanku yang
lain. Mereka setuju. Aku juga bilang pada Mario, kau tahu apa yang dia katakan?
“Oh God! Apa yang kau pikirkan? Semacam pesta topeng? Apa kau tidak takut akan
ada penyusup yang masuk ke pestamu?”
“Orangtuaku setuju dengan rencana ini. Apa masalahmu?”
Mario terlihat seperti hendak menjawabku, tapi dia
mengurungkan niatnya dan memilih diam.
H-1. Hampir semua
keperluan yang dibutuhkan untuk acara besok sudah siap. Aku hanya perlu
mengambil gaun dan aksesoris yang sudah ku pesan. Aku meminta Mario mengantarku
kesana. Dan pulangnya kami mampir ke kafe favorit kami. “Aku tidak sabar
menunggu besok.”
“Emmm.. aku minta maaf Alyssa. Tapi sepertinya aku tak bisa
datang besok.” Aku sempat tersedak mendengar ucapannya. “Aku pikir itu sangat
aneh. Aku pernah melihat film dimana seorang pangeran mengendarai kuda putih
dan menjemput putrinya ke istana. Itu memang sangat romantis. Tapi, hey!
Ayolah. Berpikir realistis. Kau tidak sedang tidur, kau juga tidak sedang bermain
drama. Kau bukan seorang Cinderella atau putri. Dan aku, aku bukan seorang
pangeran berkuda. Aku hanya pemuda biasa, aku hanya sedang menjalani keadaanku
sekarang ini. Be realistic!”
Aku terhenyak. “Kau tahu? Sekalipun kita tidak hidup di
negeri dongeng, seorang perempuan kadang ingin diperlakukan layaknya putri
sekalipun kekasihnya bukan seorang pangeran!” aku beranjak dari dudukku, keluar
dan menyetop taxi. Kemudian pulang.
Hari ulangtahunku.
Aku sangat bahagia. Persis seperti bayanganku. Hanya saja aku tak pernah
membayangkan kalau Mario tidak datang hari ini. Mungkin Mario tidak salah, tapi
yang aku rasakan saat ini, aku sangat bahagia. Aku berasa seperti benar-benar
hidup di negeri dongeng. Well, meski
tanpa pangeran. Tapi aku sudah cukup bahagia. Terima kasih Mario untuk selama
ini. ♡
RZQ!
Posting Komentar